MAHAKARYA
SENI PERTUNJUKAN JAWA
Menurut pendapat yang berbeda tapi satu makna :
1.
Wayang
kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya
memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu
anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang
berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang
terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk
dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa.
Alhasil, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.
2.
Wayang kulit adalah salah satu kebudayaan Indonesia dari zaman
dahulu kala. Wayang berasal dari kata Ma Hyang yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau
Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa
Jawa yang bermakna bayangan,
hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang
kelir atau hanya bayangannya saja.
Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang. Selama bercerita, dalang diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para sinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.Wayang kulit sudah ada sejak zaman:
Wayang kulit Purwa pada jaman Mataram
Wayang kulit Purwa Pada jaman Kerajaan Kertasura Hadiningrat
Wayang kulit Purwa Pada jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat
